Whatsapp-Button discord

Tugas Utama IoT Engineer yang Harus Kamu Ketahui Sebelum Terjun ke Industri

Apa itu IoT Engineer? 

Engineer adalah istilah yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia disebut dengan Insinyur atau rekayasawan. Engineer adalah orang – orang yang menggunakan pengetahuan ilmiah untuk menyelesaikan masalah praktis menggunakan teknologi.

Engineer harus memiliki pendidikan dan pelatihan yang baik, sehingga diperlukan gelar sarjana dalam beberapa bidang engineering. Untuk menjadi seorang engineer, seseorang harus memiliki hardskill yang berhubungan dengan bidangnya. Selain itu mereka harus memiliki pemahaman yang kuat akan standar industri, dan kemampuan komputer. 

Iot Engineer adalah seseorang yang dapat mengembangkan, mengelola, serta memantau berbagai perangkat IoT, dan sistem dengan 3 elemen utama yaitu : 

  1. Data
  2. Teknologi
  3. Penelitian

Keterampilan IoT Engineer tertentu perlu dikuasai siapa pun yang ingin membuat karier yang sukses di IoT.

Perkembangan Industri IoT saat ini?

Internet of Things adalah teknologi yang mendapat julukan “The Next Big Thing”, karena potensinya yang diyakini akan mengubah dunia dengan menciptakan jaringan raksasa yang menghubungkan berbagai perangkat melalui jaringan perangkat. 

Seperti yang disampaikan oleh Direktur Proteksi Ekonomi Digital BSSN, Anton Setiyawan, pada Oktober 2020 lalu sudah ada sekitar 31 juta perangkat IoT yang terhubung dan diperkirakan jumlah ekosistem IoT pada 2021 akan lebih banyak ketimbang jumlah ponsel pintar yang beredar di Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G mengatakan, pemanfaatan tersebut sejalan dengan arus digital dan dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas serta optimalisasi layanan pada masyarakat seperti dikutip dari siaran pers Kemkominfo, teknologi IoT akan mengalami perkembangan pesat di tahun 2025, dengan terdapat 41,6 miliar perangkat yang terpasang di dunia.

Bagaimana tahapan untuk menjadi IoT Engineer?

Berikut adalah tahap dalam pengembangan perangkat IoT menurut Kornilios Ampatzis : 

  • Perakitan Physical Hardware : Tahap ini membutuhkan keterampilan dan kemampuan teknik dan biasanya tidak dilakukan/diselesaikan. Biasanya, perangkat IoT dibuat dengan menggunakan Board dan Sensor yang sudah terpasang sebelumnya dan saling terhubung.
  • Memprogram perangkat : Tahap ini membutuhkan keterampilan dan kemampuan pemrograman untuk membaca data dari Sensor yang terhubung pada perangkat IoT dan mengirimkannya ke server.
  • Memprogram Server yang akan menerima dan menyimpan data dari perangkat : Tahap ini memerlukan keahlian dalam menggunakan Server Side Programming Language, seperti PHP, ASP, NET atau Node.js, dan Database Query berdasarkan MySQL atau turunan SQL lainnya.
  • Menampilkan data ke pengguna perangkat : Tahap ini sangat melibatkan pembuatan Website atau aplikasi yang akan memvisualisasikan data yang dikumpulkan kepada pengguna dan membutuhkan pengetahuan tentang Web seperti PHP, JavaScript, HTML, CSS, MySQL, atau Framework lainnya.

Info Beasiswa IoT Indobot – Digitalent

Penerapan Internet of Things (IoT) di Indonesia dapat dimanfaatkan untuk berbagi hal seperti smart city, smart public transportation system, digital payment, manufaktur, dan ritel, serta logistik atau semacamnya, Tidak hanya itu saja, IoT juga mendorong industri untuk menciptakan atau mengembangkan aplikasi baru yang dapat digunakan di berbagai sektor kehidupan, seperti e-Health, pendidikan, asuransi user-based dan aplikasi bisnis.

Indobot kembali membuka program beasiswa bagi talenta digital bersama Kominfo RI dalam Digital Talent Scholarship Professional Academy (DTS PROA) batch 3 dengan judul pelatihan “Internet of Things (IoT) Fast Track”. Pelatihan IoT tersebut menyediakan modul berbahasa Indonesia dengan kurikulum mulai dari dasar elektronika, Arduino, hingga IoT berbasis proyek (simulasi) yang disusun oleh tim Indobot Academy.

Pelatihan IoT Fast Track Indobot diadakan untuk menghasilkan talenta berstandar tinggi sesuai dengan standar Industri 4.0 dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan produktivitas, profesionalisme SDM di bidang IoT bagi angkatan kerja muda Indonesia, masyarakat umum, dan aparatur sipil negara. 

Bagi calon peserta yang belum sempat mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan IoT Indobot di batch 2 dapat segera mendaftarkan diri melalui laman Indobot. Program beasiswa ini gratis hasil dari kolaborasi Indobot Academy dan Kominfo. Jangan sampai melewatkan kesempatan ini. 

Apabila masih mengalami kendala dalam pendaftaran calon peserta dapat mengikuti Klinik Digitalent yang dilaksanakan setiap hari pukul 19.30 WIB mulai tanggal 29 Juni 2022. 

Daftar Sekarang : https://indobot.co.id/digitalent/

Dapatkan promo spesial dengan klik disini!

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *