Smart City dengan Internet of things (IOT)

Apa itu Smart City Berbasis IOT ? Smart city merupakan wilayah kota yang telah mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kelola sehari-hari, dengan tujuan untuk mempertinggi efisiensi, memperbaiki pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan warga.

           Smart City merupakan bagian dari implementasi IOT di Indonesia. Objek dari program Smart City di Indonesia adalah masyarakat, pemerintah, dan infrastruktur kota. Intinya, Smart City bertujuan untuk mengintegrasikan informasi dari ketiga objek di atas untuk pelayanan yang efisien. Lalu, bagaimana cara mengintegrasikan masyarakat, pemerintahan dan infrastruktur kota? Salah satu caranya yaitu membuat aplikasi. Lantas, apakah kota yang memiliki banyak aplikasi bisa disebut Smart City? Bisa, dan tidak. Memiliki banyak aplikasi bukanlah satu-satunya indikator Smart City. Tetapi, bisa sebagai acuan pengembangan kota menuju Smart City.

Peran internet of things (IoT) dalam mewujudkan konsep smart city sangatlah vital. Perangkat IoT mampu mengirm informasi dan melakukan tindak lanjut melalui jaringan dengan campur tangan manusia yang minimal, sehingga mampu melakukan beragam fungsi secara otomatis.

Adanya konsep smart city ini diharapkan dapat mempermudah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Konsep ini akan terpenuhi apabila kota tersebut sudah mampu untuk mengelola sumber dayanya secara berkelanjutan menggunakan sistem terintegrasi serta memiliki infrastruktur dasar yang terpenuhi seperti air, listrik, sanitasi limbah, keamanan, pemanfaatan teknologi informasi dalam kehidupan, baik pemerintahan maupun masyarakat dan transportasi yang efisien sehingga dapat meningkatkan mobilitas masyarakat.

Smart city dapat diterapkan dikota mana saja, seperti yang dilansir dari laman http://www.neraca.co.id dikatakan bahwa, “smart city merupakan pengembangan dan pengelolaan kota dengan memanfaatkan teknologi infomasi (TI) untuk menghubungkan, memonitor dan mengendalikan berbagai sumber daya yang ada di dalam kota dengan lebih efektif dan efisien untuk memaksimalkan pelayanan kepada warganya serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Namun sistem TI bukan tujuan utama, banyak kota yang membelanjakan TI tapi tidak mengelolanya dengan maksimal. Oleh karena itu, smart city tidak selalu untuk kota yang harus mempunyai akses internet yang memadai dan berbasis TI.”.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *