Hallo teman Indobot… kalian pasti tahu kan bahwa banyak sekali masyarakat di Indonesia bahkan sampai di dunia yang merasakan dampak dari pandemi Covid-19. Terutama pada masyarakat yang terinfeksi virus corona sehingga mengakibatkan pernafasannya terganggu. Nah, pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai Ventilator Transport Lokal atau disebut Covent-20 karya mahasiswa Universitas Indonesia.

Salah satu faktor penyebab kematian pasien covid-19 adalah keterbatasan ventilator. Ventilator merupakan suatu alat bantu pernafasan yang sangat dibutuhkan oleh pasien yang terinfeksi virus corona sangat parah. Alat bernama Covent-20 ini merupakan ventilator transport lokal rendah biaya yang berbasis sistem pneumatic. 

Rektor UI Prof. Ari Kuncoro, SE, MA, Ph.D. menuturkan, “Ini merupakan bagian dari bakti kami sebagai peneliti untuk mempersembahkan riset yang tidak hanya membantu perkembangan sains dan teknologi, tetapi juga riset dan inovasi yang mendorong kemandirian bangsa dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia,”.

Ventilator transport lokal (Covent-20) yang dikembangkan Tim Ventilator Universitas Indonesia (UI) telah dinyatakan lulus uji klinis manusia untuk mode ventilasi CMV (Continuous Mandatory Ventilation) dan CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) dari Kementerian Kesehatan. Hasil uji klinis tersebut keluar Senin, 15 juni 2020 kemarin.

Uji klinis pada manusia yang dilakukan dibagi menjadi dua tahap, yaitu :

  1. Uji klinis untuk mode ventilasi CPAP pada pasien dewasa yang dirawat di IGD RSUPN Cipto Mangunkusumo dan RSUI dalam periode Mei 2020. Mode CPAP dapat membantu pemberian oksigen kepada pasien yang masih sadar dan bernapas spontan. 
  2. Uji klinis untuk mode ventilasi CMV dilakukan di Pusat Simulasi Respirasi, Rumah Sakit Pusat Persahabatan pada tanggal 3 Juni 2020. Dengan mode CMV sehingga dapat digunakan sebagai alternatif bagi pasien untuk membantu pasien yang mengalami kesulitan bernapas dan perlu dikontrol oleh mesin (timetriggered).

Mau belajar Internet of Things tapi bingung apa aja yang harus dipersiapkan? Cek artikel berikut, klik disini.

Sebelumnya, Covent-20 dinyatakan lulus uji produk dari Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Jakarta, pada 29 April 2020. Setelah itu, tahapan berikutnya adalah menjalankan proses pra uji klinis pada hewan yang diselenggarakan di Indonesian Medical Education and Research Institute FKUI (IMERI FKUI) pada 30 April 2020. 

Pada tahap awal ini, UI menargetkan akan memproduksi 1000 ventilator dalam waktu satu bulan untuk diserahkan kepada rujukan COVID-19 melalui kolaborasi penggalangan donasi dari berbagai pihak yang dikoordinasikan oleh Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia (ILUNI FTUI).

Jika kalian ingin lebih memperdalam belajar IoT bersama ratusan teman lainnya dan tentor berpengalaman, silahkan join Kursus Online Internet of Things dari Indobot Academy. Sebagai bonus karena kalian sudah share artikel ini, kami akan memberikan KODE KUPON Pendaftaran spesial untuk kalian. Buruan share artikel ini dan join kursusnya!

 

Referensi :goodnewsfromindonesia.id, kompas.com dan tekno.tempo.co.

 

Tinggalkan Komentar