Jenis-Jenis Arduino yang Wajib Diketahui Pemula

Pendahuluan

Arduino menjadi salah satu hal yang menarik untuk dipelajari. Namun apakah anda tahu bahwa Arduino itu banyak macamnya. Sebagai pemula dalam belajar Arduino tentunya masih bingung dengan pemilihan Arduino yang tepat untuk pemula. Pada artikel sebelumnya sudah dibahas tentang 7 tahap belajar arduino. Pada artikel itu juga disebutkan untuk pemula direkomendasikan menggunakan Arduino Uno. Nah pada artikel kali ini kita akan membahas beberapa macam Arduino. Berikut jenis-jenis Arduino:

1. Arduino Uno R3, Jenis yang ini adalah yang paling banyak digunakan. Terutama untuk pemula sangat disarankan untuk menggunakan Arduino Uno. Dan banyak sekali referensi yang membahas Arduino Uno. Versi yang terakhir adalah Arduino Uno R3 (Revisi 3), menggunakan ATMEGA328 sebagai Microcontrollernya, memiliki 14 pin I/O digital dan 6 pin input analog. Untuk pemograman cukup menggunakan koneksi USB type A to To type B. Sama seperti yang digunakan pada USB printer.

Gambar. Arduino Uno R3

2. Arduino Mega, Mirip dengan Arduino Uno, sama-sama menggunakan USB type A to B untuk pemogramannya. Tetapi Arduino Mega, menggunakan Chip yang lebih tinggi ATMEGA2560. Dan tentu saja untuk Pin I/O Digital dan pin input Analognya lebih banyak dari Uno.

Gambar. Arduino Mega

3. Arduino Due, Berbeda dengan saudaranya, Arduino Due tidak menggunakan ATMEGA, melainkan dengan chip yang lebih tinggi ARM Cortex CPU. Memiliki 54 I/O pin digital dan 12 pin input analog. Untuk pemogramannya menggunakan Micro USB, terdapat pada beberapa handphone.

Gambar. Arduino Due

4. Arduino Leonardo, Bisa dibilang Leonardo adalah saudara kembar dari Uno. Dari mulai jumlah pin I/O digital dan pin input Analognya sama. Hanya pada Leonardo menggunakan Micro USB untuk pemogramannya.

Gambar. Arduino Leonardo

5. Arduino Fio, Bentuknya lebih unik, terutama untuk socketnya. Walau jumlah pin I/O digital dan input analognya sama dengan uno dan leonardo, tapi Fio memiliki Socket XBee. XBee membuat Fio dapat dipakai untuk keperluan projek yang berhubungan dengan wireless.

Gambar. Arduino Fio

6. Arduino Lilypad, Bentuknya yang melingkar membuat Lilypad dapat dipakai untuk membuat projek unik. Seperti membuat amor iron man misalkan. Hanya versi lamanya menggunakan ATMEGA168, tapi masih cukup untuk membuat satu projek keren. Dengan 14 pin I/O digital, dan 6 pin input analognya.

Gambar. Arduino Lilypad

7. Arduino Nano, Sepertinya namanya, Nano yang berukulan kecil dan sangat sederhana ini, menyimpan banyak fasilitas. Sudah dilengkapi dengan FTDI untuk pemograman lewat Micro USB. 14 Pin I/O Digital, dan 8 Pin input Analog (lebih banyak dari Uno). Dan ada yang menggunakan ATMEGA168, atau ATMEGA328.

Gambar. Arduino Nano

8. Arduino Mini, Fasilitasnya sama dengan yang dimiliki Nano. Hanya tidak dilengkapi dengan Micro USB untuk pemograman. Dan ukurannya hanya 30 mm x 18 mm saja.

 

Gambar. Arduino Mini

9. Arduino Micro, Ukurannya lebih panjang dari Nano dan Mini. Karena memang fasilitasnya lebih banyak yaitu; memiliki 20 pin I/O digital dan 12 pin input analog.

Gambar. Arduino Micro

10. Arduino Ethernet, Ini arduino yang sudah dilengkapi dengan fasilitas ethernet. Membuat Arduino kamu dapat berhubungan melalui jaringan LAN pada komputer. Untuk fasilitas pada Pin I/O Digital dan Input Analognya sama dengan Uno.

Gambar. Ethernet Shield

11. Arduino Esplora, Rekomendasi bagi kamu yang mau membuat gadget sepeti Smartphone, karena sudah dilengkapi dengan Joystick, button, dan sebagainya. Kamu hanya perlu tambahkan LCD, untuk lebih mempercantik Esplora.

Gambar. Arduino Esplora

Penutup

Sekian dari artikel Jenis-Jenis Arduino yang Wajib Diketahui Pemula. Jangan lupa untuk ikuti terus artikel berikutnya dari Kelas Arduino. Sampai jumpa di artikel berikutnya ya.

Leave a Comment