Kementerian Perindustrian melalui peta jalan Making Indonesia 4.0 untuk mendukung terealisasinya digitalisasi di Indonesia. Mereka menjelaskan bahwa terdapat lima teknologi digital sebagai fundamental dalam penerapan revolusi industri 4.0 di Indonesia, yaitu Internet of Things, artificial intelligence, wearables (augmented reality dan virtual reality), advanced robotics, dan 3D printing. Jadi, hari ini Indonesia akan fokus pada pengimplementasian internet of things. Dan ini yang harus dikuasai oleh generasi muda Indonesia. 

Nah berikut ini adalah 5 kasus pengimplementasian Internet of Things dalam industri.

 1. Predictive Maintenance

Menjaga aset tetap berjalan memiliki potensi untuk secara signifikan mengurangi pengeliaran operasional, menghemat biaya perusahaan. Dengan menggunakan sensor kamera dan analitik data, manajer di berbagai industri dapat menentukan kapan sebuah peralatan akan gagal sebelum melakukannya. Sistem berkemampuan IoT dapat mendeteksi tanda-tanda peringatan, menggunakan data untuk membuat jadwal waktu pemeliharaan, dan terlebih dahulu menyervis peralatan sebelum masalah terjadi.

 2. Smart Metering

Meteran pintar adalah perangkat berkemampuan internet yang mengukur konsumsi energi, air, atau gas alam, dari sebuah bangunan atau rumah. Meteran tradisional hanya mengukur konsumsi total, sedangkan meteran pintar mencatat kapan dan berapa banyak sumber daya yang dikonsumsi. Perusahaan listrik mengarahkan meteran pintar untuk memantau penggunaan konsumen dan menyesuaikan harga sesuai dengan waktu dan musim.

Ingin tau tentang apa saja peluang dan tantangan dari implementasi Internet of Things? Cek artikel dengan cara klik disini.

 3. Asset Tracking

Tujuan pelacakan aset adalah untuk memungkinkan perusahaan agar dengan mudah menemukan dan memantau aset-aset utama, termasuk di sepanjang rantai pasokan, misalnya bahan baku, produk akhir, dan wadah, untuk mengoptimalkan logistik, mempertahankan tingkat persediaan, mencegah masalah kualitas, dan mendeteksi pencurian.

Salah satu industri yang sangat bergantung pada pelacakan aset adalah pengiriman maritim. Dalam skala besar, sensor membantu melacak lokasi kapal di laut, dan dalam skala yang lebih kecil, mereka dapat memberikan status dan suhu masing-masing kontainer kargo.

 4. Connected Vehicles

Kendaraan yang terhubung sekarang menjadi hal yang popular. Dalam istilah yang paling sederhana, ini adalah kendaraan yang disempurnakan komputer yang mengotomatiskan banyak tugas mengemudi normal, dalam beberapa kasus, bahkan mengemudi sendiri. Sistem saat ini memindai garis yang dicat sebagai salah satu dari beberapa metode deteksi, rel magnetik, dan bentuk lain dari jalan raya yang ditingkatkan dapat memandu sistem di masa depan.

 5. Fleet Management

Untuk perusahaan yang mengandalkan transportasi sebagai bagian dari bisnis mereka, manajemen armada membantu mereka menghilangkan atau meminimalkan risiko yang terkait dengan investasi kendaraan, meningkatkan efisiensi, dan produktivitas sambil mengurangi keseluruhan biaya transportasi dan staf. Misalnya, pelacakan aset sedang digunakan oleh kota-kota untuk tujuan pengelolaan limbah dengan memberikan rute yang paling efisien kepada pengumpul sampah untuk mengumpulkan penumpukan sampah di lingkungan perkotaan.

Jadi sudah siap untuk belajar internet of things mulai hari ini? Belajar bersama Indobot Academy dengan cara klik DAFTAR pada tombol di bawah!

referensi : wartaekonomi.co.id (Agus Aryanto) dan kemenperin.go.id

Tinggalkan Komentar