7 tips mengecek saat membeli laptop bekas

Sekarang itu mudah dan sudah jamannya online. Kegiatan jual beli di jaman ini sudah sangat mudah, kita tinggal klik dan bayar lalu barang pesanan kita sudah sampai. Barangnya pun beragam, mulai dari barang yang berukuran kecil hingga yang berukuran besar sekalipun seperti laptop.

Tapi, pasti Anda pernah atau sedang merasa khawatir ketika akan membeli laptop bekas, terutama jika online. Untuk itulah, dibuat artikel ini dengan tujuan yaitu menghilangkan rasa kekhawatiran Anda dengan memberikan tips membeli laptop bekas yang baik supaya Anda tidak tertipu. langsung sja kita bahas  tips membeli laptop bekas.

 

  1. Cek kondisi bodi laptop

Hal yang paling utama harus kamu cek dan paling mudah dilihat adalah kondisi bodi laptop bekas yang akan kamu beli.

Apakah terdapat lecet atau retak di bodi laptop. Jika memang masih mulus, berarti bisa jadi pemilik sebelumnya memahami dengan baik teknik merawat laptop.

Namun andai di bodinya terdapat lecet atau retakan, sudah tentu laptop bekas tersebut pernah terjatuh. Dan, tidak menutup kemungkinan, komponennya pun mengalami sedikit kerusakan yang merupakan dampak dari jatuhnya laptop tersebut.

 

  1. Cek kondisi layar dan LCD

Periksa secara teliti semua bagian layar dan LCD, baik ketika dinyalakan ataupun saat dimatikan. Saat laptop mati, pastikan tidak terdapat bintik-bintik atau warna yang berbeda di setiap sudut layar. Cara mudahnya apakah terdapat bitnik-bintik atau dot pixel pada layar laptop bekas yaitu dengan mengubah wallpaper-nya dengan warna hitam polos.

Setelah itu, lihatlah pada layar, apakah terdapat warna selain hitam disana. Coba juga dengan warna putih polos, dan pastikan hasilnya pun sama.

Sedikit tips juga saat mengecek LCD, yaitu dengan membuka-tutup secara perlahan. Layar laptop yang telah bermasalah saat digoyang-goyangkan akan lebih kendor dan mengeluarkan warna hitam atau putih. Layar yang bergelombang pun bisa menjadi indikasi bahwa layar telah mulai rusak.

Periksa juga apakah ada bentuk goresan atau retakan pada layar LCD. Pastikan tidak ada diskolorisasi di setiap sudut layar.

 

  1. Cek soket-soketnya

Sama seperti memeriksa HP bekas, dalam memeriksa laptop bekas pun pastikan lubang atau soket di laptop tersebut masih berfungsi. Jadi, kamu perlu membawa flashdisk, headset, SD card, dan kabel HDMI untuk mengecek fungsi soket-soketnya masih berfungsi dengan normal atau tidak.

Selain itu, cek juga slot DVD-nya apakah masih bisa memutar film? Jangan lupa untuk mengecek fungsi semua tombol keyboard, webcam, serta kondisi suara dari speaker-nya.

 

  1. Cek harddisk dan pastikan tidak ada badsector

Kondisi harddisk pun menjadi komponen yang harus kamu diperiksa. Pertama, pastikan harddisk yang digunakan sudah sesuai dengan spesifikasi dari pabrikannya. Kalau memang standarnya memakai harddisk 500GB, laptop yang akan kamu beli pun harus memiliki kapasitas yang sama.

Selanjutnya cek situasi harddisk tersebut. Untuk mengeceknya secara total memang perlu waktu yang lama. Tapi ada teknik cepat untuk memeriksa kondisi harddisk yaitu dengan melakukan copy-paste file menggunakan File Explorer.

Usahakan file dalam kapasitas besar. Jika proses pemindahan file berlangsung cukup lama atau tidak normal, dapat menjadi indikasi bahwa kondisi harddisk telah terpapar badsector. Kamu bisa meminta ganti dengan harddisk yang lain atau mencari laptop lain.

Untuk kamu yang sedang mencari laptop untuk bekerja, inilah rekomendasi 5 laptop terbaik untuk pekerja kantoran.

 

  1. Cek kondisi baterai dan charger

Salah satu komponen laptop yang juga harus dicek adalah kondisi baterai dan charger. Salah satu teknik mengecek situasi baterai ialah dengan memakai laptop selama beberapa menit dengan cara membuka beberapa software yang cukup berat.

Lihat level baterai laptop di awal dan setelah digunakan. Setelah dipakai selama 10-15 menit, lihat level baterai. Jika berkurang dengan cepat, bisa jadi sel baterai sudah mengalami kerusakan.

Sedangkan untuk memeriksa kondisi charger, coba kabel charger laptop ke sumber listrik. Lihat apakah proses pengisian baterai dalam kecepatan normal atau lambat. Pastikan juga kondisi kabel charger tidak terkelupas dan tidak hidup-mati sendiri ketika dipakai.

 

  1. Masa Pemakaian yang Tidak Terlalu Lama

            Barang elektronik itu semakin lama pasti performa nya semakin menurun. Karena itu, tanyakan pada penjualnya kapan dia beli laptop itu. Kalau ada, sekalian minta nota pembeliannya dia dulu. Lihat tahun berapa dia beli laptop ini sehingga kita bisa tahu berapa usia laptop ini.

Paling lama, usia dari laptop bekas yang dibeli itu harus setahun. Selebihnya laptop akan mengalami penurunan kinerja. Kalau Anda ngeyel beli laptop bekas yang sudah lebih dari setahun, 2 tahun misalnya, Anda akan menyesal sendiri pas dipakai sehari-hari. Entah itu performanya yang tidak maksimum, atau mengalami kendala pada baterai yang relatif cepat habis.

 

  1. Garansi dan Layanan Purna-jual

Tips membeli laptop bekas yang ini cukup penting bagi Anda. Inilah kenapa saya menyarankan untuk beli laptop bekas yang kurang dari setahun. Takutnya masa garansinya cuma setahun, jadi kita ngerasain masa-masa garansi cuma sebentar. Karena memang rata-rata laptop itu garansinya paling lama 2 tahun.

Ada sih yang 3 tahun, tapi itu biasanya harganya lebih mahal, atau mungkin yang seri paling mahal, dan itu pun sulit ditemui di toko-toko biasa.

Kalau bisa, carilah laptop yang garansinya minimal 2 tahun, biar kita bisa menikmati masanya selama setahun. Ya siapa tau dalam setahun itu si laptop tiba-tiba mati. Kalau si laptop rusak setelah masa garansi gimana? Ya mau gimana lagi, ya diservis bayar lah. Keluar duit lagi….

Selain masih ada garansi, kita harus mengetahui bagaimana pelayanan purna-jual dari merk laptop yang akan kita beli. Jika pelayanannya buruk, customer service yang tidak membantu, lebih baik jangan dibeli agar kita tidak kesulitan kalau mengalami suatu kendala nantinya. Bisa-bisa, kalau kita mau klaim garansi mbak-mbaknya seakan-akan gak mau bantu yang gratis-gratis.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *